| Sinopsis |
|---|
Pesantren sering dipersepsikan sebagai lembaga tradisional yang hanya menekankan aspek keagamaan. Padahal, di balik kesederhanaannya, pesantren menyimpan kekuatan besar: semangat belajar tanpa batas, keteguhan moral, dan kemandirian. Di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang begitu cepat, santri perlu dibekali keterampilan abad ke 21terutama kemampuan berbahasa Inggris dan literasi digital agar dapat berperan aktif dalam perubahan dunia, tanpa kehilangan identitas keislaman dan nilai-nilai luhur pesantren. Buku ini berangkat dari pengalaman nyata kegiatan penguatan kompetensi santri di Pondok Pesantren Al-Fudhola’ Pamekasan, di mana para santri belajar untuk berbicara dalam bahasa Inggris dan mengenal teknologi informasi sebagai sarana dakwah, pembelajaran, dan pengembangan diri. Proses ini tidak hanya melatih kemampuan akademik, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri, kreativitas, dan kesadaran bahwa menjadi santri di era digital berarti menjadi agen perubahan yang berdaya saing dan berkarakter. |
| Detail | |||
|---|---|---|---|
| Penulis | : |
|
|
| ISBN | : | 978-623-5614-65-6 | |
| Jumlah Halaman | : | vi+78 | |
| Ukuran | : | 14,8cm x 21cm | |
| Harga | : | 0 | |
BUKU AJAR
BUKU MONOGRAF
BUKU AJAR